headerphoto

PLANETARIUM

Sabtu, 18 Juli 2009 17:42:33 - oleh : audanafira

Hari ini, tgl 4 Juli 2009, kami sekeluarga berencana untuk ke Planetarium naik Busway.  Tapi karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan dan hari sudah siang, akhirnya kami memutuskan naik taxi dan berharap masih bisa naik Busway saat pulang nanti.  Kebetulan banget mobil sedang dipinjam kakakku di kampung untuk keperluan pernikahan putranya, jadi kami punya alasan kuat untuk berkendaraan umum ria…

 

Alhamdulillah, Allah Maha Adil, untungnya hari ini ada pertunjukan tambahan jam 16.00.  Kalau tidak, maka kami tidak akan bisa nonton pertunjukan hari ini karena tiket untuk pertunjukan terakhir jam 14.30 sudah habis terjual.  Terima kasih ya Allah…..

 

Setelah menunggu sekitar 2,5 jam, akhirnya kami masuk juga ke gedung pertunjukan.  Ihhh seneng banget, aku terakhir ke tempat ini sekitar 26 tahun yang lalu.  Kami duduk di barisan paling depan.  Nayla bersamaku.  Seperti biasa, walaupun gerakannya sangat aktif tapi dia bisa menikmati pertunjukan tanpa tangisan atau rengekan karena gelapnya ruangan.

 

Setelah selesai, kami sholat Ashar dan membeli beberapa buku ensiklopedi anak.  Seperti biasa di setiap sudut ruangan anak-anakku menyempatkan diri untuk berpose bak foto model.  Memang hal kecil seperti itu menjadi hiburan tersendiri buat mereka.

 

Pulangnya kami makan pecel lele di pinggir jalan dan masih berharap bisa pulang naik busway.  Tapi dari beberapa informasi yag kami peroleh, ternyata jalur busway yang terdekatpun cukup jauh dari TIM.  Waktu sudah mulai petang dan rasanya tidak memungkinkan untuk tetap berharap naik busway.

 

Akhirnya kami naik KOPAJA jurusan Lebak Bulus yang supirnya ngebut gila-gilaan.  Beberapa kali, KOPAJA yang kami tumpangi masuk jalur busway, jadi kami punya alasan pada anak-anak kalau kami sedang naik busway, cuma bedanya KOPAJA non AC… (maksa banged sih..)

 

Saat kondektur membunyikan uang receh di genggamannya dan berjalan mendekati penumpang, si kakak bertanya apa maksud tindakannya itu.  Aku jelaskan kalo kondukter sedang meminta ongkos pada para penumpang.

 

Di perempatan Kuningan, semua kendaraan berhenti cukup lama.  Tau kan gimana manusia Jakarta yang kesabarannya di jalan tipis banget.  Saat lampu hijau kendaraan terdepan masih belum bergerak, kontan suara klakson meraung-raung tak sabaran.  Rupanya setelah beberapa saat kami tahu kalo pak Presiden SBY lewat.  Anak-anak juga jadi tau kalo presiden atau pejabat lewat, semua kendaraan harap diam di tempat pada posisinya masing-masing.  Ooo gitu…

 

Dari Lebak Bulus, kami naik angkot jurusan Parung yang super penuh.  Masya Allah, anak kami aja udah banyak, naik di angkot yang crowded pula!! 

Tapi anak-anak gak ada yang mengeluh, termasuk si kecilku yang masih 1,5 tahun.

 

Di belokan menuju kompleks Reni, kami berhenti tapi tidak naik ojek karena kami menitipkan 2 motor kami di situ.  Kami pulang dengan kelelahan yang menumpuk, tapi senang karena bisa memberi pengalaman, pelajaran dan kenangan yang indah buat anak-anak, seperti kata orang bijak bahwa warisan terbaik yang diberikan pada anak-anak adalah kenangan indah yang akan dibawa seumur hidupnya……..

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Buku Harian" Lainnya