PLANETARIUM
Hari
ini, tgl 4 Juli 2009, kami sekeluarga berencana untuk ke Planetarium naik
Busway. Tapi karena ada beberapa hal
yang harus diselesaikan dan hari sudah siang, akhirnya kami memutuskan naik
taxi dan berharap masih bisa naik Busway saat pulang nanti. Kebetulan banget mobil sedang dipinjam
kakakku di kampung untuk keperluan pernikahan putranya, jadi kami punya alasan
kuat untuk berkendaraan umum ria…
Alhamdulillah,
Allah Maha Adil, untungnya hari ini ada pertunjukan tambahan jam 16.00. Kalau tidak, maka kami tidak akan bisa nonton
pertunjukan hari ini karena tiket untuk pertunjukan terakhir jam 14.30 sudah
habis terjual. Terima kasih ya Allah…..
Setelah
menunggu sekitar 2,5 jam, akhirnya kami masuk juga ke gedung pertunjukan. Ihhh seneng banget, aku terakhir ke tempat
ini sekitar 26 tahun yang lalu. Kami
duduk di barisan paling depan. Nayla
bersamaku. Seperti biasa, walaupun
gerakannya sangat aktif tapi dia bisa menikmati pertunjukan tanpa tangisan atau
rengekan karena gelapnya ruangan.
Setelah
selesai, kami sholat Ashar dan membeli beberapa buku ensiklopedi anak. Seperti biasa di setiap sudut ruangan
anak-anakku menyempatkan diri untuk berpose bak foto model. Memang hal kecil seperti itu menjadi hiburan
tersendiri buat mereka.
Pulangnya
kami makan pecel lele di pinggir jalan dan masih berharap bisa pulang naik
busway. Tapi dari beberapa informasi yag
kami peroleh, ternyata jalur busway yang terdekatpun cukup jauh dari TIM. Waktu sudah mulai petang dan rasanya tidak
memungkinkan untuk tetap berharap naik busway.
Akhirnya
kami naik KOPAJA jurusan Lebak Bulus yang supirnya ngebut gila-gilaan. Beberapa kali, KOPAJA yang kami tumpangi
masuk jalur busway, jadi kami punya alasan pada anak-anak kalau kami sedang
naik busway, cuma bedanya KOPAJA non AC… (maksa banged sih..)
Saat
kondektur membunyikan uang receh di genggamannya dan berjalan mendekati
penumpang, si kakak bertanya apa maksud tindakannya itu. Aku jelaskan kalo kondukter sedang meminta
ongkos pada para penumpang.
Di
perempatan Kuningan, semua kendaraan berhenti cukup lama. Tau
Dari
Lebak Bulus, kami naik angkot jurusan Parung yang super penuh. Masya Allah, anak kami aja udah banyak, naik
di angkot yang crowded pula!!
Tapi
anak-anak gak ada yang mengeluh, termasuk si kecilku yang masih 1,5 tahun.
Di
belokan menuju kompleks Reni, kami berhenti tapi tidak naik ojek karena kami
menitipkan 2 motor kami di situ. Kami
pulang dengan kelelahan yang menumpuk, tapi senang karena bisa memberi
pengalaman, pelajaran dan kenangan yang indah buat anak-anak, seperti kata
orang bijak bahwa warisan terbaik yang diberikan pada anak-anak adalah kenangan
indah yang akan dibawa seumur hidupnya……..
Isi Pesan
Visitors :849 Org
Hits : 7772 hits
Month : 99 Users