headerphoto

Bagian Tersulit Bagi Seorang Ibu

Kamis, 16 Juli 2009 22:42:48 - oleh : audanafira

Malam ini, 16 Juli 2009, aku mendapat kabar dari sekolah Azka kalau anak keduaku itu sedang di ruang UKS karena sakit perut.  Dia sedang mabit (bermalam.Red) di sekolah dalam rangka kegiatan MOS.  Memang siang ini dia telat makan karena datang ke rumah hampir jam 3 sore karena harus jalan kaki dari tempat angkot berhenti.  Aku memang menjemput dia seperti biasa, tapi agak kurang connect  di mana posisinya saat itu, jadi kami berselisih jalan. 

 

Tanpa istirahat, langsung mandi dan makan siang yang kesorean lalu sholat Ashar, kami langsung berangkat lagi ke sekolahnya karena semua harus kumpul jam 5 sore.

 

Waktu aku pulang, dia fine-fine aja.  Ceria seperti biasa dan tidak pernah sungkan untuk menciumku bertubi-tubi dimanapun dia berada. 

 

Tapi baru saja, aku mendapat telpon dari gurunya tentang kondisinya.  Satu hal yang membuat airmataku tak kuasa terbendung.  Waktu gurunya bertanya, apakah aku perlu datang, dia menjawab dalam kondisi sakitnya, “Gak usah Bu, saya mau mandiri…..”. 

Yaa Allah…..…Azka, anak yang paling aku khawatirkan di antara anak-anakku yang lain karena sifat ketergantungannnya yang sangat tinggi, sekarang mengatakan hal yang tak terduga seperti itu…..

Aku mohon pada guru anakku untuk menyampaikan salam padanya dan mengatakan betapa kami bangga, sangat bangga memilikinya.

 

Langsung aku telpon suamiku yang sedang berada di luar kota dan menceritakan semuanya.  Seperti biasa dia segera mendoakan kebaikan bagi semua dan mengatakan, “…ini bagian tersulit bagi seorang Ibu kan………?”

Ya, dan di ujung telpon leherku tercekat tak mampu lagi berkata-kata…

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Buku Harian" Lainnya