Bagian Tersulit Bagi Seorang Ibu
Malam
ini, 16 Juli 2009, aku mendapat kabar dari sekolah Azka kalau anak keduaku itu
sedang di ruang UKS karena sakit perut.
Dia sedang mabit
(bermalam.Red) di sekolah dalam rangka kegiatan MOS. Memang siang ini dia telat makan karena
datang ke rumah hampir jam 3 sore karena harus jalan kaki dari tempat angkot
berhenti. Aku memang menjemput dia
seperti biasa, tapi agak kurang connect di mana posisinya saat itu, jadi kami
berselisih jalan.
Tanpa
istirahat, langsung mandi dan makan siang yang kesorean lalu sholat Ashar, kami
langsung berangkat lagi ke sekolahnya karena semua harus kumpul jam 5 sore.
Waktu
aku pulang, dia fine-fine aja. Ceria seperti biasa dan tidak pernah sungkan
untuk menciumku bertubi-tubi dimanapun dia berada.
Tapi
baru saja, aku mendapat telpon dari gurunya tentang kondisinya. Satu hal yang membuat airmataku tak kuasa
terbendung. Waktu gurunya bertanya,
apakah aku perlu datang, dia menjawab dalam kondisi sakitnya, “Gak usah Bu,
saya mau mandiri…..”.
Yaa
Allah…..…Azka, anak yang paling aku khawatirkan di antara anak-anakku yang lain
karena sifat ketergantungannnya yang sangat tinggi, sekarang mengatakan hal
yang tak terduga seperti itu…..
Aku
mohon pada guru anakku untuk menyampaikan salam padanya dan mengatakan betapa
kami bangga, sangat bangga memilikinya.
Langsung
aku telpon suamiku yang sedang berada di luar
Ya,
dan di ujung telpon leherku tercekat tak mampu lagi berkata-kata…
Isi Pesan
Visitors :852 Org
Hits : 7803 hits
Month : 102 Users