Curhat
Aku punya seorang famili. Usianya belum emergency banget sih, baru sekitar 27 tahun. Tapi kayaknya udah kalang kabut banget takut gak kebagian jodoh. Padahal udah berkali-kali aku ingatkan bahwa urusan jodoh, rizqi, hidup, mati, itu semua kepunyaan Allah. Makanya minta sama Yang Maha Empunya, supaya semua dimudahkan, banyak ibadah, banyak shodaqoh, banyak istighfar. Tapi jawabannya selalu menunjukkan kalo hidupnyalah yang paling sengsara. Adik-adiknya sudah menikah, dia punya kenalan cowok aja, kayaknya susah banget.
Dari curhat secara lisan sampai secara tertulis (via sms maksudnya), sering ia lontarkan. Aku juga menjawab dengan nada yang hampir sama bahwa semua kejadian gak akan terjadi tanpa kehendakNya, bahwa keikhlasan juga berpengaruh besar dalam dikabulkannya permohonan kita, bahwa pacaran itu gak ada dalam Islam, makanya gak usah banyak lirik kanan kiri, dan hal-hal semacam itulah.. Tapi seiring dengan tidak bosannya aku memberi taushiyyah, tidak bosan juga dia dengan curhatnya seputar masalah yang sama.
Beberapa malam yang lalu dia juga curhat lagi via sms, ditambah cerita kalo dia lagi nangis mikirin someone... Masya Allah,,, hidup koq dibikin susah tho Nduk... Tadinya gak niat balesin, tapi kasian juga aku pikir. Akhirnya aku bales aja:
Hidup terlalu singkat untuk ditangisi
Hidup terlalu berharga untuk diisi dengan keluh kesah
Sayangilah hidupmu
Karena hidupmu adalah milikmu
Bukan milik orang lain...
Entah karena ucapanku manjur menancap ke dalam hati atau emang karena bosen denger jawaban-jawaban aku yang standar, paling enggak dah 3 hari ini dia gak curhat lagi.
Sering aku berdoa,, "Ya Allah..berikan ia seorang laki-laki yang sholeh, yang sabar, yang penyayang ....sebagai pendampingnya.."
Mudah-mudahan ia segera mendapatkan pangerannya. Paling tidak dengan begitu materi curhatnya bisa ganti topik gitu loh.... he..he..bosen kan kita bahas topik itu mulu....
Isi Pesan
Visitors :852 Org
Hits : 7784 hits
Month : 102 Users