headerphoto

HAL KECIL YANG TIDAK KECIL

Selasa, 2 Juni 2009 21:56:22 - oleh : audanafira

 

Apa yang menurut kita tak ada artinya, bisa jadi sangat berarti buat orang lain

 

 

Aku terkenal tomboy sejak kecil. Dan itu terus berlanjut sampai ke bangku kuliah.  Pernah suatu hari, aku yang notabene selalu ber-jeans-ria, disoraki teman-teman kuliahku hanya karena aku ganti penampilan.  Padahal hari itu aku cuma memakai kulot dan bukan rok apalagi yang sangat feminin.

 

Tapi karena sorak sorai mereka itulah (yang membuatku seperti layaknya topeng monyet?!) akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke tempat kost-ku dan berganti penampilan seperti biasa. 

 

Aku pikir aku tak akan berubah sampai pada suatu hari, aku mengalami kejadian sepele  yang ternyata mengubah jalan hidupku.

 

Segala sesuatu dapat berubah, apalagi kalau semua atas kehendak Allah yang Maha Segalanya.

 

Hari itu, aku pulang kuliah lebih awal. Sebelum pulang, aku sempatkan sholat Dzuhur di Musholla kampus.  Kampusku memang terkenal dengan banyaknya jilbaber (pemakai jilbab).  Aku memang agak aneh di tengah kerumunan para aktivis Islam yang berjilbab itu.  Risih juga sih, tapi aku selalu ambil sikap cuek bebek.  Aku pikir, baju boleh okem yang penting sholat gak  boleh di-rem alias jalan terus !

 

Aku lewat tanpa lihat kanan-kiri, ketika aku dengar seseorang menyapaku.  Jilababer satu ini memang punya kecantikan alami yang menurutku setiap orang yang melihat pasti memujinya (Subhaanallah ! ) walau cuma di hati saja.

 

Hanya satu kalimat yang terlontar untukku dari bibirnya yang mungil itu, “Hati-hati ya di jalan….”

 

Kata-kata itu selalu terngiang di telingaku beberapa hari setelah itu.  Kata-kata itu sungguh berarti buatku, bukan saja karena diucapkan oleh bibir yang mungil dan ditambah dengan senyum yang menawan.  Tapi aku merasakan bahwa kata-kata itu keluar tulus dari dalam hati.

 

Kata-kata itu selalu muncul di benakku bersama dengan sosok pemiliknya lengkap dengan jilbab dan wajah manisnya.  Betapa paripurnanya, makhluk indah yang diciptakan Allah dengan desain khusus dibalut dengan jilbab lambang ketaqwaan ditambah pula dengan hati bersih yang melahirkan akhlaq dan perilaku yang islami.  Perfect !

 

Setelah kejadian itu, aku selalu bermunajat pada Allah di penghujung malam.  Mohon petunjukNya agar diberi ketetapan hati untuk melangkah di jalanNya dan diberikan keteguhan jiwa dalam menghadapi segala rintangan yang akan aku hadapi di rentang panjang jalan di hadapanku nanti.

 

Hari itu aku disambut oleh sorak sorai teman-teman kuliahku sama seperti waktu itu.  Tapi kali ini aku tidak kembali ke tempat kost-ku.  Ya, aku memang telah merubah penampilanku.  Kali ini dengan jilbab dan baju panjang.

 

Kulihat teman manisku dengan jilbab putihnya datang perlahan menghampiriku, mengucap Hamdalah dan mencium kedua pipiku. 

 

Andaikan ia tahu kalau dialah yang meng-inspirasi-ku untuk melakukan ini semua….. ..

Dia pasti tak akan menyangka kalau kata-kata sederhananya saat itu bisa merubah jalan hidup seseorang yang rindu akan keridhoanNya…

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Jurnal" Lainnya