HADIAH YANG RETAK
Nilai dari sebuah hadiah
ada pada ketulusannya
Aku masuk
ke sebuah swalayan dekat sekolahku - di sebuah SLTP Negeri di daerah Kampung
Melayu - dengan terburu-buru. Waktu itu
musim hujan dan saat itu bulan Desember tepatnya tanggal 18.
Aku tidak
punya uang banyak karena memang uang sakuku tidak pernah berlebih. Tapi kukumpulkan sisa ongkos metrominiku
setiap hari agar bisa membelikan hadiah di ulang tahun Mama.
Bulan
lalu, aku juga membelikan Papa hadiah ulang tahun di sini. Sebuah cangkir berwarna coklat muda dengan
tatakannya yang bertuliskan “Papa”. Aku
sangat berharap pasangan cangkir itu yang bertuliskan “Mama” masih ada di
sini. Beberapa hari yang lalu memang
masih ada, tapi entah hari ini. Kalau
saja waktu itu uangku sudah terkumpul, pasti akan aku beli saat itu juga. Jadi aku gak perlu deg-degan seperti sekarang.
Bergegas
aku menuju ke rak barang pecah belah. Syukur Alhamdulillah, cangkir “Mama” masih berada di tempatnya. Tanpa ragu lagi, kuambil cangkir itu dan
kubawa ke kasir. “Akhirnya…”, kataku
dalam hati, “Penantianku tidak sia-sia.”
Hari masih
hujan. Di pintu swalayan banyak orang
berdesak-desakan.
Hari masih
hujan, tapi kuteruskan langkahku menuju terminal Kampung Melayu. Aku ingin cepat pulang dan mengucapkan
Selamat Ulang Tahun pada Mama walau tanpa apa-apa.
Cangkir
itu memang pecah, tapi aku berusaha sebaik mungkin untuk merekatkannya
kembali. Kucium dan kukatakan pada Mama
hadiah ini memang tidak “berharga” apalagi sekarang sudah tidak utuh lagi, tapi
cintaku pada Mama yang membuatku tetap ingin mempersembahkannya untuk orang
yang aku cintai.
Mama
menerima hadiah “tak berhargaku itu” dengan binar kebahagiaan di matanya. Ia pasti tahu, kalau aku sangat dan sangat
mencintainya.
Sejak Mama
tiada, cangkir “Mama” itu kubawa ke rumahku sendiri bersama dengan cangkir
“Papa”. Aku mau benda-benda itu, yang
pernah kujadikan persembahan rasa cintaku, juga mengingatkanku bahwa berkat cinta Papa Mamaku yang membuatku
hidupku lebih berarti.
Bersyukurlah
mereka yang masih memiliki orang tua apalagi jika masih ada keduanya. Berdo’alah selalu agar mereka diberi usia
yang panjang. Dengan begitu, tersedia
waktu yang lpanjang pula bagi kita untuk berbakti dan membahagiakan mereka
walau kita tahu tak ada yang bisa menggantikan setetes keringatpun yang telah
mereka cucurkan demi kita, anak-anaknya………………….
Isi Pesan
Visitors :852 Org
Hits : 7781 hits
Month : 102 Users