headerphoto

Dijamin dan Tidak Dijamin

Jum`at, 24 April 2009 10:44:26 - oleh : z

Seperti biasanya, sebelum masuk kelas, guru-guru ngobrol santai di ruang guru. Seperti biasanya pula, kepala sekolah kami yang juga seorang ustadz ikutan nimbrung.
Bagi orang lain, mungkin ungkapan-ungkapannya biasa saja, karena ia juga menyampaikannya dengan caranya yang santai dan tidak menggurui. Tapi bagiku, kalimat-kalimat yang diucapkannya seringkali menjadi catatan tersendiri dalam hati dan pikiranku.
Waktu itu, entah apa yang sedang melintas di pikirannya, beliau mengatakan, “Heran ya..kenapa untuk sesuatu yang sudah jelas dijamin, orang sampai pontang-panting ngebelain, kepala jadi kaki…kaki jadi kepala. Tapi untuk sesuatu yang gak ada jaminannya orang pada seenaknya.. lalawora..ceuk orang sunda mah…”.
“Maksudnya gimana tuh pak…” tanyaku singkat.
“Rejeki itu sesuatu yang udah dijamin sama Allah dan jelas dalam ayatnya bahwa tidak ada satu binatang melatapun di bumi ini melainkan Allah telah menetapkan rizqi baginya.
Tapi manusia ngejar-ngejar yang namanya harta dari pagi sampe malem, dari malem sampe pagi lagi, gak inget waktu,” ujarnya.
“Trus yang gak dijamin apa Pak?” tanyaku lagi.
“Yang gak dijamin itu surga dan neraka. Mana tau kita mau masuk surga atau neraka nantinya. Tapi orang santai-santai aja untuk urusan yang satu ini. Sholat entar, puasa ogah, zakat apalagi. Padahal yang udah merasa ngejalanin juga kan belum ada jaminan masuk surga, apalagi yang enggak…” jelas Bapak panjang lebar.
“Yahhh gitu deh Bu kira-kira…” ujarnya sambil melepas pandangannya ke luar ruangan.
Aku manggut-manggut sendiri. Masya Allah, bener juga ya…. Satu lagi pelajaran berharga yang kudapat hari ini.

Bagaimana jaminan kita ???

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Buku Harian" Lainnya