headerphoto

Sebelum Terlambat

Jum`at, 24 April 2009 10:18:05 - oleh : z

April 3, 2009

Sering kita tidak menyadari bahwa kehidupan kita dapat berakhir kapan saja, dimana saja dan dengan cara apa saja. Inginnya kita dipanggil setelah anak-anak kita jadi “orang”, di tempat yang nyaman dan dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai dan kita cintai. Tapi pada kenyataannya semua itu adalah misteri ilahi, rahasia Allah, Sang Empunya Hidup.

Begitu pula yang dialami oleh sebagian manusia di muka bumi ini. Mungkin malam harinya mereka masih bersenda gurau dengan keluarga, masih bisa bercengkrama dengan handai taulan dan mungkin sedang merencanakan sesuatu di keesokan harinya. Siapa sangka? Sebagian dari mereka ternyata tidak menemui hari esok dan lepas nyawa dari jasadnya pada saat sedang terlelap, dengan cara yang berbeda-beda. Hanyut oleh air/gelombang, terbakar, tenggelam atau karena sakit.

“ Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di malam hari di waktu sedang tidur?”(QS Al A’raf:97)

Kita tidak mengetahui apapun yang akan terjadi karena hidup kita hanyalah saat ini. Jangankan esok hari, detik berikutnya dari yang kita alami saat inipun, kita tidak mengetahuinya. Jika kita selalu mengingat hal itu, insya Allah diri kita akan terhindar, paling tidak kita memiliki rambu-rambu dalam menjalani kehidupan ini. Tanyakan selalu pada diri kita, bagaimana jika nyawa kita melayang pada saat kita sedang berbuat keburukan, melanggar aturan Allah atau mendzolimi sesama? Na’udzubillahi min dzalik..

Berbuatlah yang terbaik kapanpun dan dimanapun mumpung Allah masih memberi kesempatan. Beribadahlah selagi Allah masih menganugrahkan kesehatan. Bershodaqohlah mumpung Allah masih menitipkan harta. Jika dengan kehendakNya, semua yang kita miliki telah diambil kembali olehNya, apa lagi yang bisa kita perbuat selain menyesal di akhirat.

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kami, lalu ia berkata: “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang sholeh. Dan Allah sekali-sekali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya.  Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Munaafiquun: 10 -11).

Sebait doa hendaknya selalu kita panjatkan pada Sang Maha Hidup:

“Ya Allah…berikan kekuatan pada Kami untuk senantiasa istiqomah di jalanMu, menjalankan perintahMu dan menjauhi laranganMu…. Amiin”

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Jurnal" Lainnya