headerphoto

Semua Ada Saatnya

Jum`at, 24 April 2009 10:17:28 - oleh : z

Maret 15, 2009

Anakku yang kedua, tahun ini akan keluar dari pendidikannya di sekolah dasar (insya Allah).  Beberapa kali aku merayunya untuk masuk pesantren, tapi kelihatannya dia belum respon.  Tapi entah kenapa, sore tadi selepas ashar, ia begitu bersemangat mengajakku melihat pesantren (MTs Boarding School) yang tidak terlalu jauh dari rumah.  Dandanannyapun begitu rapi.  Biasanya ia pakai jilbab instan, tapi kali ini ia memakai jilbab kain persegi dengan bros sebagai pelengkapnya.

Tidak seperti biasanya, kami pergi hanya berdua (biasanya pasukan bodrex ikut semua).    Jujur, aku agak kaku.  Walaupun maksud kedatangan kami kesana baru sekedar lihat-lihat, tapi kenapa aku begitu tegang ya??

Sesampainya di sana, aku tanyakan beberapa informasi penting yang kami perlukan.  Ternyata untuk masuk ke sekolah itu harus lulus seleksi karena setiap tahun hanya menerima sekitar 25 orang dan pendaftarnyapun bukan hanya dari pulau Jawa tetapi dari berbagai daerah di Indonesia.  Para santri hanya diizinkan pulang setelah ujian semester dan menjelang Idul Fitri.

Anakku tetap bersemangat seperti saat kami berangkat tadi.  Di jalan, dia juga sudah merancang berbagai hal yang akan dilakukannya dan juga permintaannya dibelikan jilbab kain persegi dengan warna yang berbeda-beda.

Aku tercekat.  Inikah waktuku?  Waktu yang mau tidak mau pasti akan sampai juga menghampiriku?  Waktu dimana aku harus “melepas” satu per satu anak-anakku untuk bertebaran di bumi Allah, mencari ilmunya, mencari rizqinya…..dan tak lagi berada di sisiku seperti saat ini?

Tadinya aku yang begitu menggebu-gebu mempromosikan pesantren untuk anakku, tapi sekarang aku sendiri yang “kebingungan” mengendalikan gejolak dalam diriku dan mempertanyakan kesanggupanku untuk melepas kepergiannya.

Pikiranku melayang, teringat saat anak-anak begitu sulit dikendalikan, saat mereka selalu merengek jika meminta sesuatu, saat mereka selalu menjadi “buntut” kemanapun aku pergi.

Ya Allah…..semua ada saatnya, semua ada jalannya. Tak kuasa kuteteskan airmata setibanya di rumah.  Kusembunyikan rasa gundah yang menggangguku.  Aku tidak ingin semua jadi berantakan…

Sering kita kesal pada anak-anak, pada rengekan mereka, pada jeritan mereka, pada tingkah laku mereka yang tidak sesuai dengan keinginan kita.  Tapi suatu saat…. seperti yang kurasakan saat ini…. kita akan merindukan itu semua, rengekan mereka, tangisan mereka bahkan tingkah laku mereka yang aneh-aneh itu…. Dan bahkan suatu saat nanti.. kita yang akan merengek dan memohon pada mereka untuk hadir di tengah kita.

Anak-anakku, maafkan aku… Sejak saat ini akan aku “nikmati” semua rengekanmu sebagai rangkaian dari proses hidupku dan juga hidupmu.      Aku mencintai kalian… sangat….. Kudoakan yang terbaik untukmu…selalu…

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Jurnal" Lainnya